Kamis, 07 Januari 2016

Kaos Distro lokal Kendari

Berkunjung ke Kendari tidak lengkap rasanya jika tidak membawa buah tangan khas Kendari. Selain makanan khas bisa juga kerajinan perak serta buah tangan fisik lainya, seperti kaos lokal Kendari.
Ada banyak produsen lokal kendari yg menyediakan kaos lokal tersebut salah satunya adalah mokidi.
Mokidi diambil dari bahasa daerah kendari (tolaki) yg secara positif bisa bermakna bergaya, tetapi hal ini sering digunakan anak muda kendari dengan makna negatif yakni banyak tingkah.
Awal mula pendirian brand lokal ini, tidak lepas dari kebiasaan sang pemilik mengkoleksi kaos lokal yg dikunjungi saat berplesiran di daerah peliputan. Dari situlah tercetuslah ide untuk membuat brand lokal yg simple tapi tetap modern, sehingga ketika ada wisatawan yg berkunjung ke kendari bisa dengan bangga menggunakan kaos lokal kendari sehingga membantu city branding kota kendari itu sendiri
Tepat pada tahun baru hijriah dengan niat yg dalam, sang pemilik memberanikan diri membuat kaos brand lokal kendari dan pada tahun baru masehi 2016 jadilah kaos produksi pertama mokidi.


Dengan desain yang simple, modern, serta nyaman, mokidi dibekali dengan komposisi kain yang berbahan cotton combed 24. Sablon rubber, jahitan yg rapih serta warna yg pastinya beragam. Soal harga kaos lokal kendari dari mokidi di bandrol dengan harga idr 95.000 untuk kaos dan idr 100.000 untuk raglan.
Mokidi akan terus ber explorasi membuat desain sehingga pemilihan kaos makin beragam.
Jadi, jika ke kendari belum lengkap rasanya jika belum membawa pulang buah tangan kaos lokal kendari dengan tulisan #ilovekendari dengan huruf "K" pulau Sulawesi.
Dimana bisa mendapatkan kaos lokal kendari, pembaca bisa mendapatkan di factory outlet kami yg berada di jalan sao-sao, kompleks perumahan BTN 1 Blok O No 15. Atau kontak person +62 5741 85 2114 bisa juga via whatsapp dengan no yg sama.

Nak kendari jhi

Rabu, 06 Januari 2016

Target Operasi_sakit hati membawa maut


Target Operasi "Sakit hati membawa maut"
Location : Purwakarta, West Java, Indonesia.
Coverage year : 2015
CREDITS
Producer : (Metro TV)
Reporter : Choiril Chodri
Camera Person : Syahdam Arrahman dan Rizky
Editor : Target Operasi Team

EQUIPMENT
Camera : Sony Ex3
Audio : Sennheiser ENG Set
Tripod : Libec
Light : Amaran

Senin, 17 Agustus 2015

Pantai senja tersembunyi di balik bukit

Pantai senja tersembunyi dibalik bukit


Pantas saja tuk akses kesini membutuhkan moda transportasi laut, pantai kecil tak berpenghuni ini ternyata terhalang barisan bukit2 yg kalau kesana memakan waktu lebih banyak ketimbang naik perahu atau kapal.


Desiran ombak terpecah seketika dihalang oleh bukit karang yg terdapat di depan bibir pantai senja, maka tak heran untuk berenang atau sekedar santai menikmati air laut hijau kebiruan menjadi destinasi wisata favorit dan masih baru di kalangan wisatawan, ingin bermain pasir ? Hamparan bulir2 pasir putih siap memanjakan wisatawan, tapi satu hal yg perlu di perhatikan, saat air pasang area bermain pasir kian berkurang.


Keseimbangan alam pariwisata indonesia sangat memukai penglihatan, air laut yg berwarna kebiruan akibat pantulan langit di temani dengan pasir pantai yg halus dan putih, tidak ketinggalan tebing karang yg ditumbuhi pepohonan berwarna hijau, senada dengan keceriaan hati yg berdecak kagum atas ciptaan sang maha pelukis agung.

menginjakkan kaki di pantai ini, ketenangan jauh dari suara bising menjadi pelipur lara, tak lama berselang bunyi suara kapal terdengar, artinya rombongan wisatawan ada lagi yg datang. Kini sy harus siap berbagi kesenangan dengan wisatawan lainnya.

Cukup pendahuluanya,
Selamat menikmati.

Belakangan ini pariwisata di sulawesi tenggara sedang lari ramai-ramainya, malah ada beberapa lokasi cukup terbilang asing di telinga warga sultra itu sendiri, benar saja lokasi wisata itu memang masih cukup murni belum terjemah oleh khalayak luas salah satunya berikut ini

Pulau senja atau pantai senja
Yah, travelers menyebutnya dengan nama pulau senja, bagi saya sebenarnya bukan pulau tapi pantai. Kerna ini masih satu daratan ternyata, bukan pulau terpisah, hanya saja tuk kesana via darat terhalang bukit, jadi harus menggunakan transportasi laut.

Entah kenapa destinasi wisata ini di sebut pulau atau pantai senja, tidak ada yg tahu, bahkan orang2 lokal sekitar. Menurut bapaknya ikbal, kayaknya awal penemuan lokasi ini tidak lepas dari mahasiswa haluoleo yg melakukan penelitian di sekitar lokasi ini.
Kalau Saya sih berasumsi kenapa dinamakan senja,.kerna tepat dibelakang saya ini matahari senja terbit. Jadi, untuk sunrise hunter lokasi ini sayaa referensikan buat anda.

Akses
Untuk menuju kepantai senja, ada 2 jenis transportasi yg harus digunakan,
pertama via darat. Waktu itu sy menggunakan transportasi r2 dengan waktu tempuh sejam dengan kecepatan 60km, kurang lebih sejaman, menuju Dermaga windonu wawatupantai, kec moramo utara, kab konawe selatan .

Kedua lanjut via laut, untuk akses laut di tempuh kurang lebih 15 menit dari Dermaga windonu wawatupantai, kec moramo utara, kab konawe utara. Atau menuju pantai nambo terus2 saja atau silahkan tanya warga. Hehehehe. Malu bertanya sesak di jalan.
Kebetulan saat itu saya bertanya 2 kali baru bisa ketemu lokasi ini.
dengan biaya sewa kapal minimal 250.000/kapal, syarat dan ketentuan berlaku, baik itu segi jumlah orang ataupun body kapal.
tergantung kesepakatan saja.

Suasana pantai senja
Sebenarnya sy sangat malas tuk memberikan argumentasi soal ini, kerna ini akan sangat subjektif, bagaimana kalau gambar saja yg menjelaskan






secara kasat mata, luas pantai yg berbentuk sabit ini tidaklah luas, hanya 113 langlah kaki biasa sudah bisa menjangkaunya. Dan tetapi ini merupakan gugusan garis pantai yg terpisah2 kerna bukit karang, jadi aslinya mereka garis pantai yg panjang dan ada juga yg benar2 pulau terpisah. pulau2 karang disekitar p senja ada pulau opa, Pulau lara, dan banyak lagi lainya pulau indah tak bernama dan tak bertuan


Bukit karang yg terhampar di sekitar pantai senja menjadi jadi daya tarik tersendiri bagi saya, baik segi view, tempat hunting foto, sebagai pemecah ombak dan yg suka naik turun bukit, bisa latihan disini.

Bagi yang merasa ingin suasana yg tenang dan damai ini lagi2 salah satu referensi buat anda. Jauh dari suara bising dan urusan kantor menjadi liburan yg berkualitas sambil di temani desiran ombak yg menggulung pelan dan semilir angin sepoi-sepoi. Ingin berenang ? Bisa banget, kerna karang kokoh menjadi pemecah ombak sehingga ombak menjadi tenang.

Villa atau gubuk
Ada persepsi yg harus di luruskan disini, orang2 lokal desa wawatupantai jika menyebut tempat peristrahatan dipantai dengan sebutan vila, nah bagi wisatawan jika mendengar kata vila tentu akan berfikir hunian seperti rumah dan luas. Bukan begitu yah pembaca.

Vila yg di maksud adalah seperti gambar dibelakang saya ini. Om sofyan pemilik vila sy ajak ngobrol, om kenapa ini di sebut vila, sambil tertawa ia sih ini aslinya gubuk bahagia...om sofyan adalah penjaga pantai yg di tugaskan untuk memungut retribusi pantai (saat itu 3000 idr) dan menjaga kebersihan pantai.

Saat berkunjung Dipantai tak berpenghuni ini ada baiknya memperhatikan waktu2 pasang surat air laut. Pada saat surut pasir pantai yg putih bisa di nikmati, tetapi ketika pasang laut datang untuk menikmati pasir pantai akan sedikit terganggu. Trus kalau mau bermalam ? Ada juga kok yg bermalam kata om softan, entah dah bagaimana caranya mereka bertahan hidup.
Tapi tenang, adanya vila2 akan membuat libur anda2 tetap nyaman kok.
Oh iya saat kesini bawa bekal yg banyak ya, soalnya disini tidak ada penjual, sama disini belum disediakan air tawar, jadi tuk membilas harus kembali ke perkampungan penduduk.

Pembaca yg budimana dan saya hormati,.kalau kesini tolong jangam dikotori ya, mohon dengan sangat dijaga, dirawat dan dilestarikan.


Bonus video saat kesana Watch "Pantai senja, konawe selatan, moramo utara." on YouTube https://youtu.be/NyC0VavNIuY


#everydayisholiday

Minggu, 21 Juni 2015

Everyday is Holiday 2 Hari, 12 Pura, 9 Kabupaten

siang itu begitu panas menyambut kedatangan saya di bandara internasional ngurah rai bali. Ya, ini  kali kedua saya menginjakkan kaki di pulau dewata,  bedanya dulu saya harus menjadi tour  guide sebuah jasa pariwisata, Tapi kali ini saya harus menjalankan misi peliputan alias BKO di tanah Bali.

kali pertama menginjakkan kaki di pulau ini saat menjadi tourguide, tapi itu cuma sebentar, dan saat BKO inilah saya bisa menikmati Bali dengan segala keindahan, keunikannya dll. mumpung dapat penugasan gratis serta bisa jalan-jalan pula. jadi kapan lagi.

Bali memang terkenal dengan kota pariwisa apalagi pantai-nya, budayanya yang religius.

everyday is holiday, ituloah motto yang saya pgang ketika meggeluti profesi jurnalistik. yap kerna kalau tidak mencintai sebuah kerjaan sama saja tidak ikhlas dan akan selalu cemberut menjalaninya.

sebulan lebih 3 hari, senang sekali rasanya bisa berada disana, sebagai pendatang baru, ya pasti tujuan utama adalah pantai kuta dengan segala cerita tentang lokasi disekitar pantai kuta.

lokasi kedua saya lupa, dan seterusnya...untungnya sempat ke ubud, gianyar, sanur, dsb hingga tanah lot,

satu hal yang tidak bisa saya lupakan adalah ketika harus mengikuti kirab obor kampanye salah satu partai, oh iya pada saat itu moment pilpres 2014. mengunjungi 12 pura yang terletak di berbagai daerah di pulau dewata dalam waktu 2 hari 1 malam secara estafet. capek sih ia tapi selalu ada rasa yang terbayar saat mengunjungi tempat ibadah yang terletak di sekitar pantai, dan lokasi yang tenang lainnya.

sebenarnya sudah banyak detail cerita pariwisata tentang bali ini jadi tidak usah la yah saya detailkan ceritanya disini, biarkan gambarnya saya yang bercerita.


 



   



 

sebagian besar pura yang saya kunjung berada di tepi pantai.wonderful indonesia.
tapi kalau dibanding keadaan pantainya. jujur pantai di bali sedikit kalah sama pantai yang ada dikendari, bira bulukumba dan pantai di aceh. itu sih meurutku (maaf ini subjektif)

Minggu, 07 Juni 2015

Kisahku di propinsi paling ujung barat indonesia

setela hampir satu tahun dari bumi serambi mekkah baru bisa menuangkan dalam bentuk tulisan.
ngomong2 kenapa yah disebut serambi mekkah, jadi begini ceritanya...dahulu kala ketika jemaah haji asal indonesia ketika hendak melaksanakan ibadah haji menggunakan kapal, dulu belum ada pesawat yah, semua harus singgah terlebih dahulu di pelabuhan aceh, jadilah aceh disebut sebagai serambi atau teras nya mekkah. logis nda sih...selain memang aturan yg diterapkan di tanah aceh menerapkan aturan islam selayaknya aturan yg ada dimekkah. kalau da alasan lain bisalah berbagi informas.

bisa mampir di bumi serambi mekkah ini adalah hal baru bagi sy. Terlebih isu kekerasan masa lalu seakan menjadi momok yg menakutkan, tetapi itu ternyata jauh berbeda, isu yg di ciptakan oleh orang2 yg ingin kita trus berkonflik. aceh itu tanah yg damai kawan dan kaya.

Aceh memang kaya.
Bagi sebagian besar orang kalau berkunjung ke tanah rencong ini pasti soal  museum tsunami dan jejak2 peninggalanya dan pulau sabangnya atau saya salah ? Anggap saja saya salah dan terlalu dini menilai aceh dan pelancong yg mampir ke aceh.

Yang saya tahu sebelum ke sini tanpa googling, yg paling terkenal di aceh kota adalah museum Tsunami aceh dan lapangan sekaligus ruang terbuka hijau (RTH) blan padang yg banyak dimanfaatkan warga serta pulau sabang atau pulau weh.

Lapangan Blang padang dengan background replika pesawat pertama milik indonesia

Tapi tidak hanya itu, kita bisa kearah tengah aceh, yg juga memiliki banyak pesona khususnya soal budaya asal muasal tari saman itu sendiri ataupun pariwasata dan kulinernya.

Ibukota aceh tengah.
Pagi itu cuaca cerah menyapa, ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di propinsi paling ujung barat  indonesia, aceh.
Dan hari ini setelah sebulan lamanya hanya berputar-putar di ibukota aceh, sy dan tim mempunyai project liputan feature (anggap ini sebagai liputan jalan-jalan) ke aceh tengah, tepatnya di kota yg menurut sy penyebutannya sedikit unik, yap namanya adalah takengon.
Secara geografis daerah ini terletak di aceh tengah, tepatnya di dataran tinggi gayo, tempat yg konon asal muasal tari saman. Kalau ini sih hasil ngobrol langsung dari mahasiswa aceh saat di semarang. Dan benar saja, anak2 yang masih berumuran (sekolah dasar) disini sudah mahir tari saman, apalagi tuk bagian yg kecepatannya spektakuler nyaris tanpa kesalahan saat teriakan serrr ha', Semua berhenti dengan tepat, lugas dan bersamaan. Gemuruh tepuk tangan pun terdengar. Plok plok plok...

Banyak hal yg bisa dikunjung di takengon ini seperti danau lot tawarnya hingga ikan endemik yg ada didalamnya. Hamparan kebun kopi dan apalagi yah...dari banyak artikel masih ada banyak lagi lainya. tapi saat itu hanya 3 lokasi wisata dan 1 kuliner khas yang bisa saya manfaatkan. Danau lot, tawar, kebun kopi, pantan terong dan kuliner pengat depik

Meluruskan penyebutan.
Jangan sekali-kali salah penyebut saat mampir ke suatu daerah kerna itu menurutku fatal apalagi sekelas media nasional.
Media seharusnya menjadi pembelajaran yg positif bagi yg menontonya, terus bagaimana jika terjadi kesalahan apalagi itu kesalahan penyebutan nama, sampe2 warga asli sini memberikan penjelasan panjang lebar dan saya peringkas disini. Tentang penyebutan danau lot tawar. Sebelumnya, ada banyak kasalahaan artikel dan pemberitahuan penyebutan nama bagi danau ini, khusunya media. nah, biar orang baru kayak saya ketika berkunjung ke aceh tengah tidak mendapatkan informasi yg salah itulah kenapa saya menuliskan di artikel ini.
kerna penyebutan namanya mirip dengan kata laut, jadinya Danau "laut" tawar, harusnya bukan danau "laut" tetapi "lot" tawar. Dalam bahasa takengon lot itu ya danau. Ketika kita menyebut danau lot tawar jadi ada pengulangan kata danau-danau, tapi tidak apa apa ini bisa di maklumi kerna satu menggunakan bahasa Indonesia dan satunya lagi bahasa daerah.

kita tinggalkan kesalahan penyebutan nama danau lot tawar inilah cerita perjalanan ku di takengon. Jadi, dari tadi itu apa...itu mukaddimah atau dalam artikel ilmiah latar belakang. Hehehehehe


Udara sejuk mulai terasa saat memasuki kawasan kab. Bener meriah, kab sebelum takengon. Di kabupaten bener meriah sentra kebun tebu alias penghasil gula, kopi juga ada sih. maklum saja kawasan aceh tengah berada di daerah dataran tinggi.
Berkunjung ke takengon jangan lupa membawa pakaian yg agak tebal ya, kecuali pembaca memiliki ketahanan fisik yg mumpuni, kerna seperti yg sdh saya sebutkan sebelumnya keadaan geografis takengon merupakan dataran tinggi. suhunya pun bisa sampai 13 derajat celcius saat malam hari, itu suhu yg saya liat di pengaturan suhu di hp kala itu. Kalau siang hari bisa sampai 19 derajat. Kata andika bakti anak asli takengon aslinya kusuma sih (keturunan sumatera-jawa, maaf kalau salah), beberapa waktu belakangan ini sekarang takengon sdh agak panas kerna perubahan iklim. Walaupun sudah perubahan iklim tetap saja siang hari di kota ini masih dingin, yah tidak jau bedalah sama daerah kopeng di salatiga atau daerah batu di malang.

Kaya kopi
Kalau di tanah jawa, daerah yg berhawa sejuk, dingin seperti ini sudah pasti dipenuhi hamparan perkebunan teh dan juga perkebunan sayur mayur.
Di sini hamparan tanaman kopi begitu membentang luas dan tumbuh subur. Kalau dari nilai ekonomi lebih menggiurkan teh atau kopi ? Atau memang kerna kontur tanah yg berbeda kalik yah.
Memang kaya lah tanah kita ini, sampai sedari sejak dulu pantas ada lagu "orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu tanaman..lanjutkan" kalau kalian membaca sambil menyanyi berarti anda sering dengar lagu tersebut,hehehehe.

Kerna disini adanya kebun kopi.Tak heran aceh disebut surganya pencinta kopi, selain banyaknya kedai kopi. Tidak tanggung2, disini, kopi yg dihasilkan jenis robusta dan untuk menikmatinya warga lokal menyediakannya secara mandiri. Mulai dari biji hingga siap minum, disela-selanya ada proses penjemuran, penggilingan dan sangrai. Entah ini benar atau tidak prosesnya, maafkan kalau salah yak.
Tanaman kopinya juga tidak terlalu tinggi, tujuanya biar mudah saat memanen, dan biar tidak tumbuh keatas dan melebar warga memotong bagian atasanya, ini teori biologi yg menjawabnya.
mampir ke salah satu kepun kopi

Tapi, tuk biji kopi dengan kualitas terbaik siap untuk ekspor. Bukan berarti yg diolah sendiri tidak terbaik lho yah.
Kalau pembaca phinemoo ke aceh tapi tidak biasa minum kopi, saya menyarankan cobalah minuman yg bernama "sanger", ini sejenis kopi susu tapi rasa kopinya tetap ada. Jangan hanya mencicipi mie aceh dengan aneka rasa.

(Doc pribadi) take by zenfone 5 DoF

Pertama kali menikmati kopi olahan langsung, pahitnya minta ampun, sebagai penawar, gula merah pun masih terasa pahit. Maklum, selama ini minumnya kopi hasil olahan pabrik, siap seduh.


Destinasi lain
Selain tari saman, danau lot tawar. Saat ke takengon jangan lupa mampir ke pantan terong, namanya lagi2 agak aneh kan yah, keanehan inilah yg bikin indonesia kaya.

Dari pantan terong inilah kita bisa melihat ibukota aceh tengah itu dari ketinggian tanpa terhalangi satupun objek yg merusak pemandangan, pokoknya sangat cocok buat hunting foto apalagi selfie.

Pantan terong, kawasan tertinngi untuk melihat aceh tengah, takengon
Sejauh mata memandang hanya ketakjuban yg terlontar dengan karunia Allah, yg sudah di sajikan.
Ternyata pembaca phinemo. Takengon seperti district kecil yg kaya, yg makmur dan tenang. Jauh dari nuansa keramaian yg sangat cocok tuk menentramkan hati atau mencari kedamaian setelah penat dengan rutinitas yg menyibukkan. Dari sini pula kita bisa melihat sun set dengan background danu lot tawar dan pegunungan
Doc pribadi Mode panorama zenfone 5
Di takengon, saya hanya menghabiskan waktu dua hari tetapi tidak semua destinasi pariwisata tidak sempat saya kunjungi.

2 bulan di tanah yg menerapkan hukum (qanun) syariat islam berlaku sebenarnya cukup untuk mengelilingi aceh dengan segala kekayaannya, tapi apa yg bisa saya kunjung hanya sebagian kecil saja yaitu museum tsunami, masjid raya, masjid baiturrahman, masjid baiturrahim, pantai lampuuk, tebing gurute dan kolam permandian alam yg saya lupa namanya apa. Tidak lupa ke pulau sabang ke titik 0km indonesia bagian barat.

Saya yang baju hitam sebalah kiri frame. Yg baju putih kawan saya reza novayansyah.

Masjid Raya aceh, lupa namanya


Masjid Baiturrahim, ini salah satu masjid yg tetap kokoh berdiri dari terjangan tsunami, bahkan ada cerita kalau tsunami melewati masjid ini.

Jadi kalau ada yg bilang 100 hari keliling indonesia tuk menikmati alam indonesia sepenuhnya tidak salah walaupun tidak semuanya tempat di kunjungi.

Atau memang saya nya yg tidak aktif jalan.

Kerna tuk aceh sendiri destinasi wisanya mencar-mencar dan jaraknya agak jauhan.
Aceh, aceh tengah, meulaboh, pulau sabang dan sebagainya.

Biar ada alasan tuk kembali.
Tidak ada penyesalan kerna tidak bisa mengunjungi semuanya dalam waktu selama itu saat di aceh. Kerna biar saya ada alasan tuk kembali ke aceh dan menikmati liburan ke tempat2 yg belum saya kunjungi.
Coba tanya ke diri masing. Apakah saya bagian orang yg ketika berkunjung ke suatu kota ingin liburan ke semua destinasi wisata nya atau atau memetakan beberapa destinasi dulu ? Atau tanpa perencanaan ?

Sebenarnya bukan hanya aceh saja, beberapa kota bahkan tempat kelahiranku kendari dan kampung halamanku makasaar belum semua saya kunjungi, kota tempat kuliah semarang juga nda semua bisa di kunjungi. Alasanya satu biar saya ada alasan tuk kembali ke kota tersebut. (Detail cerita menyusul)


Oh iya ke aceh jgn lupa mampir ke pulau weh atau pulau sabang dan dimana kita berpijak disitu langit di junjung.

Sekian

Senin, 26 Januari 2015

membuat janji liburan dengan jurnalis

Menjadi seorang jurnalis khususnya seorang juru kamera di sebuah media nasional merupakan sudah rejeki yg sangat berharga, dengan berbagai resiko dan tantangan apalagi membagi waktu.

Hidup merantau membuat loyalitas di media tersebut sangat besar, walaupun kadang2 sy juga butuh waktu bersama dengan orang2 terdekat.

Jika libur 2 hari saya hanya menghabiskan waktu itu di daerah tempat sy bekerja.
libur 3 hari sy memilih libur ke daerah tempat sy mengenyam bangku kuliah.
libur 4 hari sy bertekad ke sebuah kota tempat dimana wanita yg saya anggap dekat dan spesial saat ini.
libur seminggu sy memilih balik ke kampung.

Membagi waktu libur di media sy katakan sangat susah libur 2 hari kalau sy pakai keluar kota akan sangat makan ongkos. Jadi mending sy memilih libur 3 hari atau lebih dengan mensiasatinya memgambil jatah libur masuk.

Dengan strategi begitu, besar harapan janji2 yg sudah terucap bisa terlaksana tp tidak demikian.

Apakah berjanji dengan orang yg berkutat di media tidak bisa si percaya ? 
Sy menjawabnya tolong di maklumi, maklum, kami atau sy sejauh ini yg berkutat di media tidak memiliki waktu yg leluasa sepeti profesi kalian yg waktunya bebas. Sy bisa bilang tidak mengeal waktu pasti. Jauh dari lubuk hati, ketika sy berjanji sy berusah menepatinya. Syukurnya sy bekerjasama dengan orang2 yg lebih dulu paham soal ini. Kecuali ini benar2 mendesak dan mendadak.

Kalau teori dikampus seorang jurnalis tidak mengenal waktu iya benar, tapi sangat manusiawi kalau waktu istirahat atau berkumpul dengan org2 terkasih, dekat juga sangat penting, bersyukur lagi bahwa media nasional punya waktu itu.

Oke kembali ke topik masalah membuat janji dengan seseorang yg berprofesi jurnalis bisakah ?

Jauh2 hari sebelumnya sy sdh berjanji tuk bertemu dengan seorang wanita yg juga lama sy tidak temui saat tamat sd, berencana mengunjungi nya di kotanya selalu tidak tepat waktunya, sampe akhirnya ini waktu yg tepat tetapi dia yg mengunjungi kota sy bekerja sebelum akhirnya ke kota tempat adiknya kuliah. Rencama mau bertemu dan liburan bersama harus kandas kerna penugasan mendadak keluar kota. Alhasil belum bisa bertemu. Sy hanya berharap Yang Kuasa bisa segeta mempertemukan kami segera. Amin.

Oh iya biasanya tuk merancang liburan luar kota, sy tidak bisa memesan tiket jauh2 hari maklum, semuanya bisa saja batal, alhasil tiket selalu beli seaaat sebelum berangkat, untungnya libur ritin weekdays jadi tidak masalah, mank ada moda transportasi yg sesak penuh saat weekdays ? Prinsip ini yg sy pakai tiap mau beli tiket, beda hal saat weekend.

Strategi paling aman adalah merancang pertemuan jauh2 hari lalu mengajukan cuti jauh2 hari juga.

Jadi jgn kapok membuat janji dengan jurnalis, jauh dari lubuk jati yg paling dalam, pasti ada kemauan tuk menepati nya.
Ku keker kau dengan bismillah

Kamis, 06 November 2014

semiotika dalam diri juru camera

Pemaknaan tanda, simbol atau kode. Itu yg harusnya dipahami ketika seseorg yg berprofesi seperti saya ini mengambil sebuah gambar. Yah gambar bisa menceritakan seribu makna tapi penangkapan yg melihat berbeda2. Mengaplikasikan teori dalam pernyataan itu tidak mudah. Kerna kegiatan yg sy geluti dituntut kecepatan akselerasi mengambil sebuah moment tanpa berpikir ini maknanya apa, apa dan apa. Keburu hilang moment. 

Pengaplikasian teori di sebuah profesi jauh dari kata diterapkan karena alasan itu tadi diatas

Saya hanya berpikir moment, dapat gambar ada dan aman, audio jernih, oh iya unsur keindahan terpskai ketika melakukan sebuah liputan yg sifatnya tidak membutuhkan kecepatan.

Padahal ketika gambar itu ditangkap oleh yang melihat bisa menjadi bermacam2 penafsiran

Lantas bagaimanakah posisi teori saat melakukan tugas pengambilan gambar. Inilah yg menjadi pr buat sy juga.


Foto inu dibuat pada tanggal 6 Okt 2014, di expo indo defence 2014, jie expo kemayoran. Dari foto diatas apa yang bisa pembaca maknai, ditunggu komentrnya. Oh iya disaat bersamaan telah terjadi kasus penembakan mobil pak amin rais, kisruh dpr, aceh banjir, palembang asap, ptesiden jokowi kunker ke sulawesi dll tuk moment silahkan cari tahu sendiri kejadian yg terjadi sekitar tanggal segitu. Inilah alasan saya kembali membuka materi kuliah ttg semiotika. Karena sejujurnya sy juga sedikit terganjal dengan hasil foto diatas.


Lebih jelasnya baca teori dari Roland Barthes dan teori semiotika.

Terimakasih