Sabtu, 07 Oktober 2017

Cerita Balik layar, sayang kalau hilang Begitu saja.

Apa yang kalian saksikan di sebuah box yang bernama tv itu, dibalik layarnya ada sebuah kegiatan yang sayang kalau tidak diceritakan.

squad team civic mission indonesia_banglades
Banglades menjadi negara ke 3 yg saya injak dengan embel-emel tugas dinas. Dengan embel-embel tugas itulah segalanya harus bisa sejalan, liputan sambil liburan saya menyebutnya sebagai lipuran.
Pesawat hercules c-130 yang membawa bantuan kemanusiaan dan tim civic missin indonesia tiba di bandara chittagong, banglades pukul 16.00 waktu setempat. Bekerja dengan waktu membuat saya dan rekan saya sesama media tv harus lebih ekstra, maklum ke myanmar hanya ada 2 tv yg berkesempatan, mengamankan gambar sebuah kewajiban walaupun masih sedikit goyang, kata orang itu namanya jat lag harus. Bagaimana tidak jatlag, empat jam tiga puluh menit pake hercules menuju banglades dan tiga jam menuju myanmar. Kuping berdenging dengar suara mesin, kedinginan dengan ac nya.

Buang Malu
bang, bagi passwrd wifi dong
Hal kedua setelah mengamankan gambar adalah membuat naskah ataupun sekedar garis besar informasi. Serta mengecek alat komunikasi. Sebenarnya saya dibekali sebuah alat live portable, sayangnya alat itu tidak bisa digunakan kerta mengandalkan modem serta kartu telekomunikasi masih dari indonesia, sudah diroaming tapi tidak bisa digunakan. Alhasil buang malu sebanyak-banyaknya.


Yak, kami menyebutnya buang malu, kerna kami tidak segan-segan menodong warga lokal yang berada di lokasi tuk berbagi sinyal. Hehehehe. Excuse me, Maaf apakah saya bisa berbagi sinyal internet, saya belum memiliki kartu lokal, bisakah anda menolong saya. Terimakasih. Sambil pasang muka senyum.
bang, passwrd tethering tadi apa ?
Pada suatu kesempatan, ada staff KBRI mau bersedia berbagi tethering dan langsung kami serbu ber 8, bagaimana tidak habis tu kuota. Perasaan nda enak menghampiri tapi bagaimana lagi. Kirim naskah online, disertai gambar, dan kami yang tv kirim video. Merasa lemot untuk kirim materi, saya pun berpindah orang mencari tethering yg lumyan kencang.


Gunakan kamera HP
Oh iya, berhubung mengambil gambar dengan peralatan semi profesional tidak memungkinkan tuk dikirim menggunakan sinyal teathering hp, alternatif kedua yakni menggunakan kamera hp. Kamera hp saaat ini sudah setara kamera-kamera yg biasa digunakan industri tv. Setelah mengambil gambar dengan durasi cukup, biasanya saya backup gambar menggunakan hp dengan durasi 5 menit.
Yang bikin sedikit kerepotan adalah harus gonta-ganti peralatan, sedangkan moment terus berjalan. Solusinya adalah, bawa holder hp yang biasa dipakai di tongsisi pasang diatas kamera, jadi sekali take bisa 2 alat perekam yg jalan dengan moment yang sama.
Terkadang sempat mikir hubungan antara kualitas perekaman dengan kuota yang terpakai. Ndak usah banyak mikir selama itu urusan kantor, batinku berkata. Hahahahahaaa.

Selalu ada hal baru
bersama Biplob majumder, jurnalis Banglades
Berkunjung ke suatu tempat yang sudah pasti hal baru, merupakan sisi positif dunia jurnalistik, apalgi bisa keluar negeri. Walaupun tugas nya se-abrek-abrek selalu menikmati tugas tersebut sehingga berdampak positif. Positif sekali yah hidup saya ini.


bersama Ronny Sajjad, Jurnalis Banglades
Jurnalis banglades bertanya kepada saya, umurnya saya memperkiran sama seperti saya. Dia bertanya, apakah kamu jurnalis, ya jawabku, saya jurnalis indonesia, sama seperti kamu. Posisi kamu sebagai apa, saya jawab lagi saya camera person, tapi kali ini saya berugas sebagai reporter, dan cameramen, dia menyambung editor juga ? saya jawab aja ia. Editor juga. Saya pun dapat apresiasi lebih. Saya pun bertanya balik posisi kamu sebagai apa ? dimana reporter kamu, dia bilang ia kita sama, saya hanya sebagai kamera person dan reporter saya berada disana. Oh ok. Nice too meet you ungkapku dan kami pun berswafoto tuk mengabadikan moment, hingga sekarang kami pun masih berkomunikasi via sosial media

Menjadi VJ
Artinya harus bisa melakukan peliputan secara mandiri baik itu sebagai reporter, camera person, mengoprasikan alat live, editing dan juga semua pekerjaan lapangan. Menurutku ini pekerjaan berat yang harus extra sabar menghadapi segala macam permintaan stake holder dikantor, sedangkan insting memilah dan memecah angle berita bagi saya tidak secakap kalau pekerjaan itu dilakukan secara bersama. Untungnya rekan sesama jurnali bisa saling support dan bantu.


Beruntung alat live nya tidak bisa terpakai dikarenakan roimingnya tidak bisa digunakan, huhurray, live pun tidak bisa, sebagai alternatif nya adalah live yang direkam, apalagi Kecepatan internet di penginapan terbilang lambat hanya 50kbps, dan di bandara pun juga demikian.
Sebenarnya dibanding live yg direkam alias LOT, live beneran live lebih mudah dan jika terdapat kesalahan bisa langsung dikoreksi, mohon maaf maksud saya...., tapi klo tidak sempat dikoreksi bisa fatal informasi yang disamapaikan. Sedangkan LOT kalau salah sedikit saja harus diulang dari awal dan yaitu ketika
salah harus di re take ulang sampai tidak salah, sama-sama sulitkan, sulit bagi saya mungkin.


Mana yang lebih maju Banglades atau Indonesia ?
mungkin ini bisa jadi subjektif sih, setelah selesai melakukan peliputan di hari pertama kedatangan kami di chittagong, klo tidak salah pukul sembilan malam. kami menuju penginapan dari bandara, saya merasakan semrawutnya lalu lintas indonesia lebih semrawut disana, jika org berkendara cendecerung menghindari, disana seperti mencari lawan. buktinya apa ? kendaraan disana sebagus apapun itu pakai bumper pagar rumah stainless cuy. bemo atau bajajnya seluruhnya besi tapi satu hal yg saya salute adalah bakan bakarnya menggunakan bahan bakar gas. sudahlah jalan padat, ngebut serasa sport jantung dibawa nya kami. 

Mencari kartu telekomunikasi
Tidak seperti di Indonesia, memiliki kartu telekomunikasi di banglades sedikit ketat, pemerintah sana membuat peraturan kalau kartu hanya bisa untuk satu orang, kami bertanya pada resepsionis hotel, kalau membeli kartu disini harus menggunakan tanda pengenal dan harus scan sidik jari. Wow, prosesnya sudah sama seperti membuat e-ktp di In
donesia.
Di banglades membeli kartu harus menggunakan id, kerna kami bukan warga lokal, jadi passport menjadi tanda pengenal kami, kemudian ada scan jari dan juga menggunakan pas foto. Dan pas fhoto iniah yang membuat kami sedikit keteteran kerna harus cetak foto dahulu.
Beda banglades, beda lagi Myanmar, Myanmar seperti di Indonesia, sim card dijual bebas. Saya berfikir kalau memiliki sim card indonesia harus seketat banglades, meminimalisir kejahatan menggunakan jalur telekomunikasi. Di Banglades jaringan terkuat group Axiata, sedangkan myanmar semacam perusahaan telekomunikasi lokal sana serta group ooredo.

Begitulah sedikit cerita balik layar ketika mengawal bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk korban konflik rakhine state di banglades. Next Myamar


saya yang dibelakang, yang lagi jongkok.
Sampai jumpa di curhatan selanjutnya....selalu berpositif ria. Berkarya dan Bekerja dengan bahagia dan iklas _BEDEBAH coz epridey is holidey.
Sarungan di Myanmar...

Sabtu, 30 September 2017

penanaman pohon yang pindah dari Bogor ke Jakarta

Jakarta, 3 maret 2016.

Agenda penanaman pohon di Bogor yang sempat tertunda akibat hujan, akhirnya dilakukan di halaman belakang kompleks istana merdeka Jakarta pada ke esokan harinya.

Di gambar ini, rangkaian kegiatan hari ke dua antara raja salaman dan jokowi pun telah berakhir, dengan penanaman pohon, bibit pohon alin yg berasal dari pulau kalimantan.

dihari pertama kedangan raja Salman, Indonesia sudah menyiapkan berbagai agenda, salah satunya penanaman pohon, sejumlah lubang sudah dipersiapkan, yang nantinya raja Salman dan pangerannya ikut menanman pohon. tapi kuasa Ilahi jauh lebih dahsyat, agenda itupun harus berubah haluan.

sejatinya harus dilakukan di bogor dipindah ke halaman belakang Istana Merdeka ke esokan harinya.
media bersiap dengan alat tempurnya. Raja Salman datang dengan Jokowi dengan menggunakan mobil golf sembari mengelilingi rimbunya halaman istana negara dan istana merdeka. lagi-lagi joko widodo president menjadi sopir bagi sang raja. mungkin ini bagian bentuk diplomasi kalik yah, dan sepertinya berhasil investasi mengucur ke Indonesia

Mengawal perjalanan bantuan kemanusiaan Indonesia ke Bangladesh

Mengawal perjalanan bantuan kemanusiaan Indonesia ke Bangladesh


Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, bantuan kemanusiaan dari Indonesia menuju ke perbatasan Banglades-Myanmar saya nyatakan diberangkatkan”, begitulah kalimat terakhir yang di ucapkan Presiden Joko Widodo saat melepas bantuan kemanusian tahap pertama ke Banglades yang bernama Civic Mission Indonesia.
Ada empat pesawat hercules C-130 yang mengangkut bantuan kemanusiaan dengan total mencapai 34 ton tersebut. Didalamnya ada bantuan berupa beras, sandang, family kit, fleksibel tank, tanda pengungsian.
Saat di lepas rabu 13 september, ke empat pesawat hercules itu menuju bandara sultan iskandar muda aceh, untuk transit, pengisisan bahan bakar, serta melakukan koordinasi (clearence) sebelum memasuki dan melakukan pendaratan diwilayah Banglades. Tim pun harus menginap semalam di aceh.

Bergabung dengan bantuan kemanusiaan, keadaan didalam pesawat begitu padat, sampai tim pun harus duduk diatas bantuan kemanusiaan tersebut, keadaan tidak terlalu dingin kerna padat dengan barang bantuan, melawan ac pesawat hercules yang berada di atas ketinggian 15.000 selama 4,5 jam, sejam sebelum mendarat barulah terasa seperti teman-teman yang pernah rasakan saat terbang dengan pesawat hercules, dinginya minta ampun. Jaket monitor mudik serta kuplik penutup kepala pun tidak mempan. Oh ya saat posisi dingin seperti ini oran mudah masuk angin, salusinya adalah jangan membiarkan perut kosong, minimal ngemil biskuit atau apa saja yang bisa dikunyah.
Pesawat herculis mendarat dengan mulus, sampai-sampai saya tidak sada sidah masuk wilayah banglades. Bandara syah amanat chittagong, banglades tidaklah sebesar seperti bandara2 di kota besar di Indonesia. Dari perhitunganku, hanya bisa 5-6 pesawat yang bisa parkir, oleh karena itulah, pesawat hercules yang membawa bantuan ke banglades harus datang secara bertahap. Jika ke empatnya langsung mendarat, bagaimana dengan pesawat sipil/komersil yang akan mendarat.


Hari kamis 14 september, 2 pesawat hercules membawa bantuan yang paling dibutuhkan, yaitu tebnda pengungsian dan sandang. Maklum kondisi di camp pengungsian katanya basah kerna hujan. Tiba di bandara chittagong, pada pukul 17.00 waktu setempat (WS) disusul 2 jam kemudian 19.00 WS, pesawat kedua mendarat, tidak butuh waktu lama bagi tim civic mission, hanya memeiliki waktu mepet 2 jam tuk bongkar muat, isi bahan bakar dan lain-lain kemudian pesawat hercules kembali pulang ke aceh sembari menjemput bantuan kemanusiaan yang akan dikirim lagi, atau lapangan parkir bandara akan penuh dan mengganggu kondisi udara di bandara itu.
Dihari yang sama, kamis. Bantuan kemanusiaan di serahkan dari BNPB ke dubes indonesia untuk banglades, dari dubes di bangladesh kemudian diserahkan ke pemerintah Banglades. Dari statament perwakilan pemerintah yang menerima bantuan tersebut, dia mengatakan bahwasanya bantuan oini akan segera langsung di distribusikan di camp pengungsian coxs bazar dan kutupalong jaraknya pun 170km dari kota chittagong, melalui lembaga internasional dan pemerintah indonesia berhak mengawasi pendistribusiannya.

pendataan pengungsi penerima bantuan dari Indonesia
Ada banyak hal yang saya pelajari saat ditugaskan soal pengiriman bantuan kemanusiaan, bahwasanya tidak semudah teriak save-save-save. Ada proses perijinan diman-mana. Pertama perijinan memasuki wilayah, misal wilayah udara, ada slot kosong kah saat mendarat, jam berapa pesawat bisa mendarat, perijinan menggunakan gudang untuk menampung bantuan, apakah bantuan dikenakan pajak atau tidak, apakah bantuan benar di butuhkan atau tidak, administrasinya bagaimana, bagaaimana bantuan dibawa ke camp, bagaimana pendistribusian, kerna tidak jarang saaat didistribusikan malah menimbulkan konflik, entah itu saling berebutan atau lain sebagainya.


2 pesawat selanjutnya datang dengan membawa bantuan beras, family kit, gula dan lain-lain.
Sebelum menjemput kedatangan bantuan, ada breafing dari BNPB, Dubes dan tim kemanusiaan, bahwasanya akan berusaha memasuki camp pengungsi dan melakukan pencatatan kebutuhan apa saja yang dibuthkan pengungsi, ada wacana tuk melakukan pembelian langsung barang-barang kebutuhan di banglades ketimbang harus membawa dari indonesia, kerna ini dianggap lebih efisian.

bantuan tiba di bandara internasional syah manat chittagong, Banglades
Sore hari di jam yag sama, datanglah bantuan tersebut, seperti di hari pertama bongkar buat dan lain-lain tapi kali ini ada pesawat airbush dari iran datang yang juga membawa bantuan, makin padatlah bandara chittagong, tim bekerja dengan waktu, agara pesawat hercules bisa segera lepas landas dikarenakan ada  pesawat komersil yang akan mendarat. Jumat malam kami melakukan koordinasi, apakah tim diperkenankan masuk camp ? ternyata masih nihil. Ada alasan kuat dari pemerintah banglades belum memperbolehkan kami masuk, dengar kabar dari tema relawan situati memang belum layak tuk tim masuki, ada faktor keamanan disana. Laporan foto kami terima, bantuan sudah sampai di gudang camp pengungsian, alhamdulillah.
Sabtu, 16 september, ada 2 pesawat hercules datang, dan ini diluar dari 4 pesawat yang dilepas presiden pada rabu lalu. Daripada menunggu jadwal yg belum jelas, ikutlah kami dengan pesawat hercules itu kembali ke Indonesia.

Banglades merupakan negara terdampak dari kisruh rakhin state, entah sejak kapan konflik ini, berbagai informasi sudah banyak beredar. Beruntung Banglades memiliki perdana menteri yang pernah mengalami posisi menjadi pengungsi, jadi tau baimana rasanya menjadi pengungsi dan disinilah kita melihat jiwa besar dan duuuuh apa yak namanya jika dulu pernah mengalami dan tidak ingin orang lain juga mengalaminya....?. Saya mengutip dari berbagai sumber dan kiranya dapat dipercaya, “banglades negara besar, penduduk kami banyak, dan kami mampu menghidupinya, kalau pengungsi itu berjumlah 600.000 sekali pun, kami masih sanggup memberi mereka makan, tapi itu bukan solusi, selesaikan konfliknya. Saya kutip dari aljazeerah.

Ada banyak faktor kenapa saya dan teman2 jurnalis Indonesia belum bisa menjangkau kawasan pengungsian di Banglades cox’s bazar dan kutupalog salah satunya perijinan keamanan yang belum memperbolehkan kami kesana, walaupun kami jurnalis setidaknya kami harus menghormati kedaulatan sebuah negara.
Mengingat ini isu yang sangat sensitif saya pun sebenranya agak khawatir jika harus melaporkan suasana disana, takut terdapat kesalahan dan memberikan efek bagi yang menerima, tapi saya harus bisa kesana dengan melihat langsung dengan kepala sendiri, tapi apadaya niat hanyalah niat. Dari berbagai sumber instagram misalanya dari jurnalis banglades dan india saya bisa melihat keadaan disana hasil sebuah kamera foto dan video.

Mengarahkan konflik rakhine state ke sebuah isu SARA akan semakin merusak arus informasi dan dampaknya akan semakin memperburuk suasana, apalagi mengarahkannya ke Indonesia. Kita patut bersyukur indonesia yang luas ini diberikan karunia yang beragam, suku , agama, ras serta antar golongan bisa hidup berdampingan tanpa harus berkonflik. Wilayah yang subur, kondisi iklim yan tidak ekstrim, sumber daya alam dan manusia yang berlimpah, yang ingin saya sampaikan dalam tulisan saya ini adalah saya BERMOHON kepada yang membaca tulisan saya ini, saya tidak ingin negara kita ini seperti negara-negara lainya yang berkonflik terus hancur.
Diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia patut kita acungi jempol. Sebelum bantuan ini datang, kedubes ri banglades serta menlu retno menyambangi banglades dan myanmar tuk melakukan diplomasi. Kenapa harus indonesia, ini pemikiran saya saja mungkin kerna indonesia adalah saudara bagi kedua negara tersebut yang ada banyak kesamaan masalalu dan keadaan sekarang yang dialami kedua negara tersebut.

Selepas dari banglades, KBRI banglades tetap melaporkan kepada kami hasil di pengungsian. Alhamdulillah nya kami dikirimkan foto kalau bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah sampai di pengungsi, tenda telah berdiri, bantan sudah disitribusikan secara tertib, maklum banyak foto dan video yang saya lihat ketika pmbagian bantuan para pengungsi selalu berebutan, alhasil tak jan menimbulkan korban. Oh iya act juga berada disana, kami melihat foto pembagian distribusinya juga berjalan tertib.

Tenda sdh berdiri

Akhirul kalam saya bingung mau menulis apa lagi...
Terimaksih sudah mau membaca.


Next cerita
BEDEBAH “Bekerja dengan bhagia dan Ikhlas”

Bertemu dengan jurnalis banglades yang supel, ramah dan kisah balik layar selama di Banglades

Selasa, 03 Januari 2017

Mini Indonesia Di kaohsiung, Taiwan

Namanya pak zainal Abidin, salah satu pemilik toko/rumah yang berada di little Indonesia tepatnya di kawasan pusat kota terbesar kedua di Taiwan, yaitu Kaohsiung.
Zainal Abidin, salah satu WNI yang di-tua_kan di Kaohsiung, Taiwan

awal perjumpaan saya dengan beliau bermula dari cerita seorang nelayan indonesia yang tengah merantau di pelabuhan kaohsiung sebagai petugas kapal. Setelah mencicipi masakan seafood di pesisir pelabuhan kaohsiung kami berjalan-jalan sepanjang pelabuhan sembari saling bercengkrama. Awalnya saya melihat tulisan bahasa indonesia, setelah yakin dengan wajah khasnya saya memberanikan diri bertanya, mas dari indonesia ya ? ia mas dari pesisir jawa tengah tepatnya, daerah asalnya ini saya lupa.
kata mas nya, disini banyak WNI berprofesi sebagai nelayan, tapi klo mau menemukan lebih banyak lagi, mas ke kawasan MRT main station, disana ada pak "zainal abidin" dan juga banyak masakan indonesia serta WNI.

setelah bertegur sapa sesama WNI, saya melanjutkan perjalanan, kali ini saya menemukan jasa ekspedisi berbahasa indonesia, masih disekitar pelabuhan, pemilik ekspedisi mengungkapan hal yg sama dan menyebut nama pak zainal abidin, tapi ini ada informasi tambahan, kalau pak zainal abidin memiliki pabrik tempe...waow ini bisa jadi berita nih pikirku.

ucap terimakasih dan berjabat tangan saya pun kembali melanjutkan perjalanan kali ini ke benar2 little indonesia.


kawasan mini indonesia ini sebenarnya tidaklah sulit di jumpai, dia berada dipusat kota kaohsiung, tepatnya di sekitar MRT main station. kenapa saya menyebut mini indonesia, kaeran sepanjang jalan nan hua road, san min dist kaohsiung berdiri warung makan, tempat karaoke, ekspedisi dan lain2.

disekitar main stasion, setiap akhir pekan, WNI berkumpul di sekitar main stasion dan juga di kawasan jalan nan hua road ini.
mas rekam sini dong, nanti masuk tv kan, yah mas nda muat klo masuk tv semua mas, badan mas gwede gede mas, ucapku sambil bercanda. mas sampean kerja apa disini mas...ada yang sebagai pekerja pabrik, nelayan, PRT ada yng mahasiswa juga mas...ooooo. sudah berapa lama mas ? wah wes suwi (sudah lama) pokoknya mas. kami TKI kebanyakan, resmi dan mas hehehehe tanyaku sambil bercanda lagi...yo resmi mas. kalau begitu rokoknya sembunyiin mas, ta record sampean dan kawan2...jgn sadar kamera ya tapi mas. record, record. mas kelar. makasi ya...mas tipi mana teriaknya...Metro TV mas.
sumber : http://usmaniy.blogspot.co.id/2014/09/warung-halal-di-kaohsiung-main-station.html
siang itu pak zainal tengah keluar sebentar, akhirnya kami menunggu sambil bercerita ke sesama WNI yang tengah ada di warung pak zainal, sambil menikmati gorengan dan perkedel jagung. tau klo disini ada masakan indonesia harusnya tadi nda makan seafood. heheheheh
tidak lama, pak zainal datang bersama anaknya...pak itu anaknya bapak ? ia.
terjadilah obrolan ringan tapi serius soal keberadaan mini indonesia ini. yang saya ingat adalah, pak zainal ini merupakan salah satu WNI yang sudah lama di kaohsiung dan sangat di hormati dan familiar di kalangan WNI di Taiwan khusunya di kota Kaohsiung. Selain faktor rumah makan yang dimilikinya serta menunya yang meng-indonesia dengan kualitas halal, tentunya jadi tempat kumpul WNI yang kangen akan suasana dan rasa makanan Indonesia.

ya ialah kangen, saya saja yang baru 4 hari berada di kuil Fu Guang Shan kangenya luar biasa, dan ketika bertemu WNI pun demikian





banyak hal yang saya pelajari selama hidup di kawasan kuil ini, saya sebut saja seperti pesantren yak. kerna disana terdapat calon biksu yang belajar dan memondok. ajaran budha yang tidak boleh membunuh hewan baik itu nyamuk dan semut, kerna saya sempat kelepasan menepuk nyamuk. hal lainnya adalah bahwa biksu tidak memakan daging. jadi selama hidup disana makannya vegetarian. jantung pisang bisa jadi rasa daging choyyyyyy, nah ketika menemukan seafood atau makanan indonesia itulah salah satu obat pemuas nafsu selera.



oh iya yg di video itu calon biksu, kebetulan biksuni yang menemani kami wkt kesana berasal dari medan, dan ketika berada disana bertemu calon biksu berasal dari Aceh dan juga ada yg berasal dari malaysia, yg kulit hitam itu berasal dari Nigeria. diambil ketika pertamakali masuk dikawasan komplekas Fu Guang Shan.

tambahan, kakak ku ke yg kedua kebetulan sempat menimba ilmu di Tawan dan menemukan Jodohnya di Taiwan juga. orang Indonesia juga, hihihihihiii...

tips keluar negeri. jgn lupa bawa bon cabe, kecap dan sambel. ini klo menu tidak sesuai lidah teman2 pembaca.

Jumat, 08 Januari 2016

Toilet yg aneh

Curhatan anak kampung masuk hotel elite dan toiletnya

Entah sy kampungan atau hotelnya yg terlalu elit. Ngakunya bintang, tapi air buat cebok saja susah. Pasti kontraktor nya bukan orang indo.
Ya kalik buang air kecil harus menjauh dlu (sensor urine) baru keluar airnya, si joni bisa keliatan dong.
Saya pernah baca tuk mengakali sensor urine ini, jadi ditempelkan benda alumunium, bisa bungkus permen di sensornya nti airnya keluar deh tanpa harus menjauh dulu. Alhasil saya praktekkan berhasil berhasil sekali katakan berhasil

Itu digambar bungkus permen yg sy selalu ada di saku celana buat jaga-jaga sih, aslinyabtidak nemu tong sampah buat di buang. Hahahaha. Kalau tidak bisa menjaga kebersihan minimal jangan mengotori, membuang sampah sembarangan.
Lanjut...
Kalau boker ni ya, syukur ada selang shower yg kecil itu, lah kalau yg langsung mancur kalau kran nya dibuka. Kan langsung mengarah ke anus. Hahahaha geli bro.
Ada closed duduk ya tetap saja jongkok. Hohoho.
yang lainya nih. Lift nya nda ada angka2nya, anjrit mau naik bemana ini, bingung bagaimana, tiba saja satpamnya inisiatif, kasian kalik ya liat orang kebingungan, lah...pak  satpam langsung pencet, woalah pake touchscreen ternyata sy kira harus pake kartu dulu, kampungan. Hahaha. Ini mah cara kita pesan makan kalau di warteg. Mba itu...yg sana mba. Yg ini ? Bukan. Yg itu..nah tinggal tunjuk kan.

Siapa yg punya pengalaman seperti saya silahkan berbagi pengalaman. Ini tidak membuat kita malu kok, hahahaha. Malah bisa jadi bahan standup comedy.

Soal cara membersihkan najis bisa pake benda kasar (batu, tisyu dll) itu kan bisa menyesuaikan keadaan. Iya tisyu bisa membersihkan najis tapi apa ia nyaman. Tp klo sudah mendesak apapun bisa kok.

Lagi, Istirahat yg kurang

Sengaja mata ini menatap layar handphone lama-lama biar mata ini lelah, buka sosmed ini-itu, main game yg hampir semua yg ada di dalam telp pintar ini, berkali-kali handphone ini di jauhkan tapi selalu pula notifikasi berdering, akh...itu mengganggu sekali. Tut mute grup jadinya, tapi malah gatal tangan ini tuk ingin membuka dan membaca.
Yup, tuk kesekian kalinya, mata ini tidak bisa terpejamkan, diruang yg ukurannya 3x3 ini dengan diterangi lampu romantis dan iringan lagu slow dari female radio tetap saja mata ini tidak mau menutup secara pulas. Ada apa ini ?


Padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 23. Lewat sekian dan esok paginya sudah harus melakukan rutinitas di hari pertama. Akhirnya handphone itu benar2 sy lepas dan berharap tidak terganggu olehnya.
Saya yakin ini faktor tidur siang, kena dihari libur, siang hari nya selalu saja badan ini tiba2 terlelap. Bukan karena alasan diparagraf awal.
Yg saya takutkan jika keadaan seperti ini adalah mengganggu produktivitas kerjaan, bisa2 ngantuk dimana2. Syukurnya hari pertama kerja ini berbeda dengan kebanyakan pekerja lainya. Disaat orang-orang hari sabtu nya dipakai buat libur, saya malah baru masuk, syukur nya lagi, kerjaan di hari sabtu bisa dibilang slow.
Benar saja, memang tidurku tidak nyenyak dan tidak pula berkualitas, jarum jam menunjukkan pukul 03.lebih, bingung jadinya mau ngapain, bangun terasa malas tapi ini ada moment dimana bertaqorrub sama sang khalik, dimana sebagian besar orang telah terlelap, sebagian kecil bisa melaksanakan ibadah 2 rakaat yang amalanya entah pasti banyak.
Terpotong shalat subuh………
Ini kalau dipaksakan tidur lagi, bisa bablas, subuh hilang telat masuk di hari pertama pun ia, Sambil menunggu beduk subuh datang jadilah cerita ini.
Pikiran ku pun melayang kepada seorang wanita yg pada dua kali moment chat di tengah malam ini sembari mengingat seperti yg saya lakukan, ternyata dia sudah terlebih dahulu melakukannya, siapakah kamu hai wanita yang taat ibadah malam, puasanya juga jalan. Sy berharap kita berjodoh kerna faktor ibadahmu. Setelah chat itu aslinya belum ketemu dan chat lagi hingga tulisan ini jadi. Loh kok jadi curhat…pembaca yg budiman, ini kan diary elektronik sy.hehehe.
Terimakasih sudah menyempatkan membaca.
Kesimpulannya, kalau tidak bisa tidur nyenyak jauhkan hp anda, disiang hari beraktivitas lah,  sama ini, jika terbangun dimalam sempatkan shalat malam bagi yg muslim. Ini sih juga jarang sy lakukan tapi tak ada salahnya jika saling mengingatkan.

Kamis, 07 Januari 2016

Kaos Distro lokal Kendari

Berkunjung ke Kendari tidak lengkap rasanya jika tidak membawa buah tangan khas Kendari. Selain makanan khas bisa juga kerajinan perak serta buah tangan fisik lainya, seperti kaos lokal Kendari.
Ada banyak produsen lokal kendari yg menyediakan kaos lokal tersebut salah satunya adalah mokidi.
Mokidi diambil dari bahasa daerah kendari (tolaki) yg secara positif bisa bermakna bergaya, tetapi hal ini sering digunakan anak muda kendari dengan makna negatif yakni banyak tingkah.
Awal mula pendirian brand lokal ini, tidak lepas dari kebiasaan sang pemilik mengkoleksi kaos lokal yg dikunjungi saat berplesiran di daerah peliputan. Dari situlah tercetuslah ide untuk membuat brand lokal yg simple tapi tetap modern, sehingga ketika ada wisatawan yg berkunjung ke kendari bisa dengan bangga menggunakan kaos lokal kendari sehingga membantu city branding kota kendari itu sendiri
Tepat pada tahun baru hijriah dengan niat yg dalam, sang pemilik memberanikan diri membuat kaos brand lokal kendari dan pada tahun baru masehi 2016 jadilah kaos produksi pertama mokidi.


Dengan desain yang simple, modern, serta nyaman, mokidi dibekali dengan komposisi kain yang berbahan cotton combed 24. Sablon rubber, jahitan yg rapih serta warna yg pastinya beragam. Soal harga kaos lokal kendari dari mokidi di bandrol dengan harga idr 95.000 untuk kaos dan idr 100.000 untuk raglan.
Mokidi akan terus ber explorasi membuat desain sehingga pemilihan kaos makin beragam.
Jadi, jika ke kendari belum lengkap rasanya jika belum membawa pulang buah tangan kaos lokal kendari dengan tulisan #ilovekendari dengan huruf "K" pulau Sulawesi.
Dimana bisa mendapatkan kaos lokal kendari, pembaca bisa mendapatkan di factory outlet kami yg berada di jalan sao-sao, kompleks perumahan BTN 1 Blok O No 15. Atau kontak person +62 5741 85 2114 bisa juga via whatsapp dengan no yg sama.

Nak kendari jhi

Rabu, 06 Januari 2016

Target Operasi_sakit hati membawa maut


Target Operasi "Sakit hati membawa maut"
Location : Purwakarta, West Java, Indonesia.
Coverage year : 2015
CREDITS
Producer : (Metro TV)
Reporter : Choiril Chodri
Camera Person : Syahdam Arrahman dan Rizky
Editor : Target Operasi Team

EQUIPMENT
Camera : Sony Ex3
Audio : Sennheiser ENG Set
Tripod : Libec
Light : Amaran

Senin, 17 Agustus 2015

Pantai senja tersembunyi di balik bukit

Pantai senja tersembunyi dibalik bukit


Pantas saja tuk akses kesini membutuhkan moda transportasi laut, pantai kecil tak berpenghuni ini ternyata terhalang barisan bukit2 yg kalau kesana memakan waktu lebih banyak ketimbang naik perahu atau kapal.


Desiran ombak terpecah seketika dihalang oleh bukit karang yg terdapat di depan bibir pantai senja, maka tak heran untuk berenang atau sekedar santai menikmati air laut hijau kebiruan menjadi destinasi wisata favorit dan masih baru di kalangan wisatawan, ingin bermain pasir ? Hamparan bulir2 pasir putih siap memanjakan wisatawan, tapi satu hal yg perlu di perhatikan, saat air pasang area bermain pasir kian berkurang.


Keseimbangan alam pariwisata indonesia sangat memukai penglihatan, air laut yg berwarna kebiruan akibat pantulan langit di temani dengan pasir pantai yg halus dan putih, tidak ketinggalan tebing karang yg ditumbuhi pepohonan berwarna hijau, senada dengan keceriaan hati yg berdecak kagum atas ciptaan sang maha pelukis agung.

menginjakkan kaki di pantai ini, ketenangan jauh dari suara bising menjadi pelipur lara, tak lama berselang bunyi suara kapal terdengar, artinya rombongan wisatawan ada lagi yg datang. Kini sy harus siap berbagi kesenangan dengan wisatawan lainnya.

Cukup pendahuluanya,
Selamat menikmati.

Belakangan ini pariwisata di sulawesi tenggara sedang lari ramai-ramainya, malah ada beberapa lokasi cukup terbilang asing di telinga warga sultra itu sendiri, benar saja lokasi wisata itu memang masih cukup murni belum terjemah oleh khalayak luas salah satunya berikut ini

Pulau senja atau pantai senja
Yah, travelers menyebutnya dengan nama pulau senja, bagi saya sebenarnya bukan pulau tapi pantai. Kerna ini masih satu daratan ternyata, bukan pulau terpisah, hanya saja tuk kesana via darat terhalang bukit, jadi harus menggunakan transportasi laut.

Entah kenapa destinasi wisata ini di sebut pulau atau pantai senja, tidak ada yg tahu, bahkan orang2 lokal sekitar. Menurut bapaknya ikbal, kayaknya awal penemuan lokasi ini tidak lepas dari mahasiswa haluoleo yg melakukan penelitian di sekitar lokasi ini.
Kalau Saya sih berasumsi kenapa dinamakan senja,.kerna tepat dibelakang saya ini matahari senja terbit. Jadi, untuk sunrise hunter lokasi ini sayaa referensikan buat anda.

Akses
Untuk menuju kepantai senja, ada 2 jenis transportasi yg harus digunakan,
pertama via darat. Waktu itu sy menggunakan transportasi r2 dengan waktu tempuh sejam dengan kecepatan 60km, kurang lebih sejaman, menuju Dermaga windonu wawatupantai, kec moramo utara, kab konawe selatan .

Kedua lanjut via laut, untuk akses laut di tempuh kurang lebih 15 menit dari Dermaga windonu wawatupantai, kec moramo utara, kab konawe utara. Atau menuju pantai nambo terus2 saja atau silahkan tanya warga. Hehehehe. Malu bertanya sesak di jalan.
Kebetulan saat itu saya bertanya 2 kali baru bisa ketemu lokasi ini.
dengan biaya sewa kapal minimal 250.000/kapal, syarat dan ketentuan berlaku, baik itu segi jumlah orang ataupun body kapal.
tergantung kesepakatan saja.

Suasana pantai senja
Sebenarnya sy sangat malas tuk memberikan argumentasi soal ini, kerna ini akan sangat subjektif, bagaimana kalau gambar saja yg menjelaskan






secara kasat mata, luas pantai yg berbentuk sabit ini tidaklah luas, hanya 113 langlah kaki biasa sudah bisa menjangkaunya. Dan tetapi ini merupakan gugusan garis pantai yg terpisah2 kerna bukit karang, jadi aslinya mereka garis pantai yg panjang dan ada juga yg benar2 pulau terpisah. pulau2 karang disekitar p senja ada pulau opa, Pulau lara, dan banyak lagi lainya pulau indah tak bernama dan tak bertuan


Bukit karang yg terhampar di sekitar pantai senja menjadi jadi daya tarik tersendiri bagi saya, baik segi view, tempat hunting foto, sebagai pemecah ombak dan yg suka naik turun bukit, bisa latihan disini.

Bagi yang merasa ingin suasana yg tenang dan damai ini lagi2 salah satu referensi buat anda. Jauh dari suara bising dan urusan kantor menjadi liburan yg berkualitas sambil di temani desiran ombak yg menggulung pelan dan semilir angin sepoi-sepoi. Ingin berenang ? Bisa banget, kerna karang kokoh menjadi pemecah ombak sehingga ombak menjadi tenang.

Villa atau gubuk
Ada persepsi yg harus di luruskan disini, orang2 lokal desa wawatupantai jika menyebut tempat peristrahatan dipantai dengan sebutan vila, nah bagi wisatawan jika mendengar kata vila tentu akan berfikir hunian seperti rumah dan luas. Bukan begitu yah pembaca.

Vila yg di maksud adalah seperti gambar dibelakang saya ini. Om sofyan pemilik vila sy ajak ngobrol, om kenapa ini di sebut vila, sambil tertawa ia sih ini aslinya gubuk bahagia...om sofyan adalah penjaga pantai yg di tugaskan untuk memungut retribusi pantai (saat itu 3000 idr) dan menjaga kebersihan pantai.

Saat berkunjung Dipantai tak berpenghuni ini ada baiknya memperhatikan waktu2 pasang surat air laut. Pada saat surut pasir pantai yg putih bisa di nikmati, tetapi ketika pasang laut datang untuk menikmati pasir pantai akan sedikit terganggu. Trus kalau mau bermalam ? Ada juga kok yg bermalam kata om softan, entah dah bagaimana caranya mereka bertahan hidup.
Tapi tenang, adanya vila2 akan membuat libur anda2 tetap nyaman kok.
Oh iya saat kesini bawa bekal yg banyak ya, soalnya disini tidak ada penjual, sama disini belum disediakan air tawar, jadi tuk membilas harus kembali ke perkampungan penduduk.

Pembaca yg budimana dan saya hormati,.kalau kesini tolong jangam dikotori ya, mohon dengan sangat dijaga, dirawat dan dilestarikan.


Bonus video saat kesana Watch "Pantai senja, konawe selatan, moramo utara." on YouTube https://youtu.be/NyC0VavNIuY


#everydayisholiday

Minggu, 21 Juni 2015

Everyday is Holiday 2 Hari, 12 Pura, 9 Kabupaten

siang itu begitu panas menyambut kedatangan saya di bandara internasional ngurah rai bali. Ya, ini  kali kedua saya menginjakkan kaki di pulau dewata,  bedanya dulu saya harus menjadi tour  guide sebuah jasa pariwisata, Tapi kali ini saya harus menjalankan misi peliputan alias BKO di tanah Bali.

kali pertama menginjakkan kaki di pulau ini saat menjadi tourguide, tapi itu cuma sebentar, dan saat BKO inilah saya bisa menikmati Bali dengan segala keindahan, keunikannya dll. mumpung dapat penugasan gratis serta bisa jalan-jalan pula. jadi kapan lagi.

Bali memang terkenal dengan kota pariwisa apalagi pantai-nya, budayanya yang religius.

everyday is holiday, ituloah motto yang saya pgang ketika meggeluti profesi jurnalistik. yap kerna kalau tidak mencintai sebuah kerjaan sama saja tidak ikhlas dan akan selalu cemberut menjalaninya.

sebulan lebih 3 hari, senang sekali rasanya bisa berada disana, sebagai pendatang baru, ya pasti tujuan utama adalah pantai kuta dengan segala cerita tentang lokasi disekitar pantai kuta.

lokasi kedua saya lupa, dan seterusnya...untungnya sempat ke ubud, gianyar, sanur, dsb hingga tanah lot,

satu hal yang tidak bisa saya lupakan adalah ketika harus mengikuti kirab obor kampanye salah satu partai, oh iya pada saat itu moment pilpres 2014. mengunjungi 12 pura yang terletak di berbagai daerah di pulau dewata dalam waktu 2 hari 1 malam secara estafet. capek sih ia tapi selalu ada rasa yang terbayar saat mengunjungi tempat ibadah yang terletak di sekitar pantai, dan lokasi yang tenang lainnya.

sebenarnya sudah banyak detail cerita pariwisata tentang bali ini jadi tidak usah la yah saya detailkan ceritanya disini, biarkan gambarnya saya yang bercerita.


 



   



 

sebagian besar pura yang saya kunjung berada di tepi pantai.wonderful indonesia.
tapi kalau dibanding keadaan pantainya. jujur pantai di bali sedikit kalah sama pantai yang ada dikendari, bira bulukumba dan pantai di aceh. itu sih meurutku (maaf ini subjektif)

Minggu, 07 Juni 2015

Kisahku di propinsi paling ujung barat indonesia

setela hampir satu tahun dari bumi serambi mekkah baru bisa menuangkan dalam bentuk tulisan.
ngomong2 kenapa yah disebut serambi mekkah, jadi begini ceritanya...dahulu kala ketika jemaah haji asal indonesia ketika hendak melaksanakan ibadah haji menggunakan kapal, dulu belum ada pesawat yah, semua harus singgah terlebih dahulu di pelabuhan aceh, jadilah aceh disebut sebagai serambi atau teras nya mekkah. logis nda sih...selain memang aturan yg diterapkan di tanah aceh menerapkan aturan islam selayaknya aturan yg ada dimekkah. kalau da alasan lain bisalah berbagi informas.

bisa mampir di bumi serambi mekkah ini adalah hal baru bagi sy. Terlebih isu kekerasan masa lalu seakan menjadi momok yg menakutkan, tetapi itu ternyata jauh berbeda, isu yg di ciptakan oleh orang2 yg ingin kita trus berkonflik. aceh itu tanah yg damai kawan dan kaya.

Aceh memang kaya.
Bagi sebagian besar orang kalau berkunjung ke tanah rencong ini pasti soal  museum tsunami dan jejak2 peninggalanya dan pulau sabangnya atau saya salah ? Anggap saja saya salah dan terlalu dini menilai aceh dan pelancong yg mampir ke aceh.

Yang saya tahu sebelum ke sini tanpa googling, yg paling terkenal di aceh kota adalah museum Tsunami aceh dan lapangan sekaligus ruang terbuka hijau (RTH) blan padang yg banyak dimanfaatkan warga serta pulau sabang atau pulau weh.

Lapangan Blang padang dengan background replika pesawat pertama milik indonesia

Tapi tidak hanya itu, kita bisa kearah tengah aceh, yg juga memiliki banyak pesona khususnya soal budaya asal muasal tari saman itu sendiri ataupun pariwasata dan kulinernya.

Ibukota aceh tengah.
Pagi itu cuaca cerah menyapa, ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di propinsi paling ujung barat  indonesia, aceh.
Dan hari ini setelah sebulan lamanya hanya berputar-putar di ibukota aceh, sy dan tim mempunyai project liputan feature (anggap ini sebagai liputan jalan-jalan) ke aceh tengah, tepatnya di kota yg menurut sy penyebutannya sedikit unik, yap namanya adalah takengon.
Secara geografis daerah ini terletak di aceh tengah, tepatnya di dataran tinggi gayo, tempat yg konon asal muasal tari saman. Kalau ini sih hasil ngobrol langsung dari mahasiswa aceh saat di semarang. Dan benar saja, anak2 yang masih berumuran (sekolah dasar) disini sudah mahir tari saman, apalagi tuk bagian yg kecepatannya spektakuler nyaris tanpa kesalahan saat teriakan serrr ha', Semua berhenti dengan tepat, lugas dan bersamaan. Gemuruh tepuk tangan pun terdengar. Plok plok plok...

Banyak hal yg bisa dikunjung di takengon ini seperti danau lot tawarnya hingga ikan endemik yg ada didalamnya. Hamparan kebun kopi dan apalagi yah...dari banyak artikel masih ada banyak lagi lainya. tapi saat itu hanya 3 lokasi wisata dan 1 kuliner khas yang bisa saya manfaatkan. Danau lot, tawar, kebun kopi, pantan terong dan kuliner pengat depik

Meluruskan penyebutan.
Jangan sekali-kali salah penyebut saat mampir ke suatu daerah kerna itu menurutku fatal apalagi sekelas media nasional.
Media seharusnya menjadi pembelajaran yg positif bagi yg menontonya, terus bagaimana jika terjadi kesalahan apalagi itu kesalahan penyebutan nama, sampe2 warga asli sini memberikan penjelasan panjang lebar dan saya peringkas disini. Tentang penyebutan danau lot tawar. Sebelumnya, ada banyak kasalahaan artikel dan pemberitahuan penyebutan nama bagi danau ini, khusunya media. nah, biar orang baru kayak saya ketika berkunjung ke aceh tengah tidak mendapatkan informasi yg salah itulah kenapa saya menuliskan di artikel ini.
kerna penyebutan namanya mirip dengan kata laut, jadinya Danau "laut" tawar, harusnya bukan danau "laut" tetapi "lot" tawar. Dalam bahasa takengon lot itu ya danau. Ketika kita menyebut danau lot tawar jadi ada pengulangan kata danau-danau, tapi tidak apa apa ini bisa di maklumi kerna satu menggunakan bahasa Indonesia dan satunya lagi bahasa daerah.

kita tinggalkan kesalahan penyebutan nama danau lot tawar inilah cerita perjalanan ku di takengon. Jadi, dari tadi itu apa...itu mukaddimah atau dalam artikel ilmiah latar belakang. Hehehehehe


Udara sejuk mulai terasa saat memasuki kawasan kab. Bener meriah, kab sebelum takengon. Di kabupaten bener meriah sentra kebun tebu alias penghasil gula, kopi juga ada sih. maklum saja kawasan aceh tengah berada di daerah dataran tinggi.
Berkunjung ke takengon jangan lupa membawa pakaian yg agak tebal ya, kecuali pembaca memiliki ketahanan fisik yg mumpuni, kerna seperti yg sdh saya sebutkan sebelumnya keadaan geografis takengon merupakan dataran tinggi. suhunya pun bisa sampai 13 derajat celcius saat malam hari, itu suhu yg saya liat di pengaturan suhu di hp kala itu. Kalau siang hari bisa sampai 19 derajat. Kata andika bakti anak asli takengon aslinya kusuma sih (keturunan sumatera-jawa, maaf kalau salah), beberapa waktu belakangan ini sekarang takengon sdh agak panas kerna perubahan iklim. Walaupun sudah perubahan iklim tetap saja siang hari di kota ini masih dingin, yah tidak jau bedalah sama daerah kopeng di salatiga atau daerah batu di malang.

Kaya kopi
Kalau di tanah jawa, daerah yg berhawa sejuk, dingin seperti ini sudah pasti dipenuhi hamparan perkebunan teh dan juga perkebunan sayur mayur.
Di sini hamparan tanaman kopi begitu membentang luas dan tumbuh subur. Kalau dari nilai ekonomi lebih menggiurkan teh atau kopi ? Atau memang kerna kontur tanah yg berbeda kalik yah.
Memang kaya lah tanah kita ini, sampai sedari sejak dulu pantas ada lagu "orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu tanaman..lanjutkan" kalau kalian membaca sambil menyanyi berarti anda sering dengar lagu tersebut,hehehehe.

Kerna disini adanya kebun kopi.Tak heran aceh disebut surganya pencinta kopi, selain banyaknya kedai kopi. Tidak tanggung2, disini, kopi yg dihasilkan jenis robusta dan untuk menikmatinya warga lokal menyediakannya secara mandiri. Mulai dari biji hingga siap minum, disela-selanya ada proses penjemuran, penggilingan dan sangrai. Entah ini benar atau tidak prosesnya, maafkan kalau salah yak.
Tanaman kopinya juga tidak terlalu tinggi, tujuanya biar mudah saat memanen, dan biar tidak tumbuh keatas dan melebar warga memotong bagian atasanya, ini teori biologi yg menjawabnya.
mampir ke salah satu kepun kopi

Tapi, tuk biji kopi dengan kualitas terbaik siap untuk ekspor. Bukan berarti yg diolah sendiri tidak terbaik lho yah.
Kalau pembaca phinemoo ke aceh tapi tidak biasa minum kopi, saya menyarankan cobalah minuman yg bernama "sanger", ini sejenis kopi susu tapi rasa kopinya tetap ada. Jangan hanya mencicipi mie aceh dengan aneka rasa.

(Doc pribadi) take by zenfone 5 DoF

Pertama kali menikmati kopi olahan langsung, pahitnya minta ampun, sebagai penawar, gula merah pun masih terasa pahit. Maklum, selama ini minumnya kopi hasil olahan pabrik, siap seduh.


Destinasi lain
Selain tari saman, danau lot tawar. Saat ke takengon jangan lupa mampir ke pantan terong, namanya lagi2 agak aneh kan yah, keanehan inilah yg bikin indonesia kaya.

Dari pantan terong inilah kita bisa melihat ibukota aceh tengah itu dari ketinggian tanpa terhalangi satupun objek yg merusak pemandangan, pokoknya sangat cocok buat hunting foto apalagi selfie.

Pantan terong, kawasan tertinngi untuk melihat aceh tengah, takengon
Sejauh mata memandang hanya ketakjuban yg terlontar dengan karunia Allah, yg sudah di sajikan.
Ternyata pembaca phinemo. Takengon seperti district kecil yg kaya, yg makmur dan tenang. Jauh dari nuansa keramaian yg sangat cocok tuk menentramkan hati atau mencari kedamaian setelah penat dengan rutinitas yg menyibukkan. Dari sini pula kita bisa melihat sun set dengan background danu lot tawar dan pegunungan
Doc pribadi Mode panorama zenfone 5
Di takengon, saya hanya menghabiskan waktu dua hari tetapi tidak semua destinasi pariwisata tidak sempat saya kunjungi.

2 bulan di tanah yg menerapkan hukum (qanun) syariat islam berlaku sebenarnya cukup untuk mengelilingi aceh dengan segala kekayaannya, tapi apa yg bisa saya kunjung hanya sebagian kecil saja yaitu museum tsunami, masjid raya, masjid baiturrahman, masjid baiturrahim, pantai lampuuk, tebing gurute dan kolam permandian alam yg saya lupa namanya apa. Tidak lupa ke pulau sabang ke titik 0km indonesia bagian barat.

Saya yang baju hitam sebalah kiri frame. Yg baju putih kawan saya reza novayansyah.

Masjid Raya aceh, lupa namanya


Masjid Baiturrahim, ini salah satu masjid yg tetap kokoh berdiri dari terjangan tsunami, bahkan ada cerita kalau tsunami melewati masjid ini.

Jadi kalau ada yg bilang 100 hari keliling indonesia tuk menikmati alam indonesia sepenuhnya tidak salah walaupun tidak semuanya tempat di kunjungi.

Atau memang saya nya yg tidak aktif jalan.

Kerna tuk aceh sendiri destinasi wisanya mencar-mencar dan jaraknya agak jauhan.
Aceh, aceh tengah, meulaboh, pulau sabang dan sebagainya.

Biar ada alasan tuk kembali.
Tidak ada penyesalan kerna tidak bisa mengunjungi semuanya dalam waktu selama itu saat di aceh. Kerna biar saya ada alasan tuk kembali ke aceh dan menikmati liburan ke tempat2 yg belum saya kunjungi.
Coba tanya ke diri masing. Apakah saya bagian orang yg ketika berkunjung ke suatu kota ingin liburan ke semua destinasi wisata nya atau atau memetakan beberapa destinasi dulu ? Atau tanpa perencanaan ?

Sebenarnya bukan hanya aceh saja, beberapa kota bahkan tempat kelahiranku kendari dan kampung halamanku makasaar belum semua saya kunjungi, kota tempat kuliah semarang juga nda semua bisa di kunjungi. Alasanya satu biar saya ada alasan tuk kembali ke kota tersebut. (Detail cerita menyusul)


Oh iya ke aceh jgn lupa mampir ke pulau weh atau pulau sabang dan dimana kita berpijak disitu langit di junjung.

Sekian